Reses Anggota DPRD Pekanbaru, Tampung Keluhan Banjir, Tapal Batas dan Pendidikan

Anggota DPRD Pekanbaru Syafri Syarif saat menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di daerah pemilihannya Tuah Madani–Binawidya. 

Pekanbaru (MAFINEWS.COM) - Reses Anggota DPRD Pekanbaru
dari Fraksi Golkar, Syafri Syarif SE, dimanfaatkan masyarakat di daerah
pemilihannya Tuah Madani–Binawidya untuk menyampaikan berbagai
persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Dalam kegiatan reses
masa sidang kedua tahun 2025/2026 tersebut, Syafri mengungkapkan ada
tiga persoalan utama yang paling banyak dikeluhkan masyarakat, yakni
banjir, kejelasan tapal batas wilayah, serta kebutuhan fasilitas
pendidikan.

Persoalan banjir menjadi perhatian serius warga,
khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar.
Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah agar persoalan
tersebut tidak terus berulang setiap tahunnya.

“Masalah banjir
ini menjadi perhatian utama, khususnya di wilayah perbatasan dengan
Kabupaten Kampar. Warga berharap ada solusi konkret agar persoalan ini
tidak terus terjadi,” kata Syafri, Senin (13/4/2026).

Selain
banjir, persoalan tapal batas wilayah juga menjadi keluhan masyarakat
yang hingga kini belum memiliki kejelasan. Kondisi tersebut berdampak
pada ratusan kepala keluarga, terutama yang berada di Kelurahan
Sidomulyo Barat dan Sialang Munggu.

Menurut Syafri,
ketidakjelasan administrasi membuat masyarakat kesulitan dalam mengurus
berbagai kebutuhan, termasuk persoalan pembayaran pajak.

“Warga
ini serba sulit. Mau bayar pajak ke Kampar tidak bisa, ke Pekanbaru juga
ditolak. Sementara selama ini pembangunan justru berasal dari APBD
Pekanbaru,” jelasnya.

Ia menilai persoalan tapal batas tersebut
perlu segera dituntaskan oleh pemerintah daerah terkait agar tidak terus
merugikan masyarakat.

Di sektor pendidikan, Syafri juga
menyoroti minimnya fasilitas sekolah, khususnya di Kelurahan Sialang
Munggu, Kecamatan Tuah Madani.

Dengan jumlah penduduk yang
mencapai sekitar 44 ribu jiwa, wilayah tersebut hingga kini belum
memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.

“Ini menjadi
persoalan krusial. Dengan jumlah penduduk yang besar, Sialang Munggu
belum memiliki SMP negeri. Ini tentu harus menjadi perhatian
pemerintah,” tegasnya.

Syafri memastikan seluruh aspirasi
masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut akan
diperjuangkan agar dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Tentu
kami berharap pemerintah kota segera mengambil langkah konkret untuk
menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama yang
berkaitan dengan kebutuhan dasar dan pelayanan publik,” tutupnya. 

TERKAIT